ASN NEWS ( BISNIS ) - PT Aset Digital Berkat (Tokocrypto), perusahaan berbasis digital di bidang perdagangan aset kripto serius menjajaki rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
CEO
Tokocrypto Pang Xue Kai mengatakan, IPO akan dilakukan dalam 2-3 tahun
mendatang. Saat ini, Tokocrypto sedang melengkapi beberapa persyaratan.
“Tokocrypto sudah mulai checklist satu-satu untuk menuju ke sana (IPO), untuk
audit sudah. Public listing ada di jadwal kita,” ujarnya di T-Hub Bali, Kamis
(20/1/2022).
Chief
Operating Officer (COO) Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda menambahkan,
checklist persiapan yang dimaksud sama dengan persiapan perusahaan lain yang
berencana IPO. Soal berapa persen saham yang akan dilepas dan dana yang
diincar, menurutnya itu masih terlalu awal. Yang jelas, tahun lalu pihaknya
telah mengeluarkan statement mau IPO dan itu bukan sekadar wacana. “Kita sudah
mengarah untuk IPO, apapun statement kami untuk IPO di tahun lalu itu bukan
sekedar wacana tapi kita mempersiapkannya,” tegas dia.
Pria
yang akrab disapa Manda ini mengatakan dengan IPO diharapkan perkembangan aset
kripto akan makin legitimate dan mainstream ke depannya.
"Tokocrypto
ada best advisor, ada roadmap dan timeline. Bukan sekadar raised fund, namun
bagaimana menciptakan industri kripto lebih legitimate dan mainstream. Kalau
kita masuk capital market, goals kita edukasi dan membuat kripto dikenal lebih
luas lagi di masyarakat,” ungkapnya.
Lebih
lanjut untuk pengembangan Tokocrypto ke depannya, pihaknya tengah menyiapkan
utility token dan penambahan token Launchpad ke dalam ekosistemnya yang membuat
investor dapat berpartisipasi dalam bagian sebuah proyek blockchain. Adapun,
Tokocrypto telah meluncurkan token hybrid yang pertama di Indonesia yaitu Toko
Token (TKO) melalui Toko Launchpad.
"Dari
tim, kita mau menciptakan utility dari token. Ada yang paling baru, bagian dari
roadmap TKO, namun tunggu dulu informasinya ya. TKO ada redeem di mall, ini ada
lagi utility yang kita siapkan. Launchpad dengan TSBA, dengan Sembrani. Bulan
depan dengan venture lainnya,” ujar Manda.
Tokocrypto,
Kamis (20/1) melalui TokoLaunchpad berkolaborasi dengan inisiatif BRI Ventures,
Sembrani Wira Akselerator, menciptakan Tokocrypto Sembrani Blockchain
Accelerator (TSBA). Proyek TSBA merupakan akselerator yang dibentuk untuk
mendorong serta membangun ekosistem perusahaan rintisan atau startup Indonesia
yang sudah didukung dengan teknologi blockchain.




