Cantiknya
Alam Desa Wisata Tondok Bakaru di Kaki Gunung Mambuliling
Kala itu, banyak orang yg tidak yakin tumbuhan itu berkontribusi positif dalam perekonomian desa lantaran semenjak awal rakyat menyebutnya menjadi rumput. Sebuah komunitas anggrek kemudian dibuat pada Desa Tondok Bakaru sang pecinta anggrek desa tadi & dinamai Komunitas Tondok Bakaru Orchid (KTO). Komunitas ini
beranggotakan 15 orang & berhasil berdampak
signifikan dalam perkembangan anggrek
pada Mamasa khususnya & Sulawesi dalam umumnya. komunitas ini terbagi sebagai 3 gerombolan baru, & sampai waktu ini pada Desa Tondok Bakaru dibangun laboratorium
kultur jaringan. Ini bertujuan buat
perbanyakan jenis anggrek & menjadikan anggrek menjadi ikon desa ini.
Seiring berkembangnya
anggrek, pada desa ini pula masih ada beberapa spot wisata yg Instagramable yg harus untuk
dikunjungi. Wisatawan pula bisa menikmati beragam objek wisata, mulai dari objek wisata Sawo, objek wisata Tonbar Orchid, objek wisata
Chitoll, villa Adelweis, objek wisata Lantang Mamase, objek wisata Andra, objek
wisata hutan pinus Lenong, objek wisata RIAN & objek wisata TAS. Semuanya digagas secara berdikari sang rakyat desa. Tondok Bakaru telah diresmikan sebagai desa sadar wisata sang Wakil Bupati Mamasa & desa wisata anggrek sang Wakil Gubernur Sulawesi Barat dalam Agustus & September 2019.




