orang tersangka pemukulan Bripda Rio Novemberyanto, anggota
manajer polisi Polairud Baharkam dari
Polri beberapa waktu lalu. Dari 1
orang yang ditangkap, dua di antaranya masih di bawah umur.
"Kami telah menangkap 1
pelaku," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol
Wibowo saat dikonfirmasi, Jumat, 1
Januari 2022. Berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut,
polisi mengungkap peran masing-masing
dari 1
orang yang ditangkap tersebut. Tak kurang enam orang
langsung ditetapkan sebagai tersangka pemukulan, dan sisanya diduga membantu enam tersangka utama kabur.
"Sementara delapan
sisanya adalah pelaku, mereka diyakini telah membantu melarikan
diri," katanya. Sementara, dua dari
enam tersangka pemukulan ini diketahui masih di bawah umur. “Kami melakukan
penangkapan, sedangkan untuk delapan
lainnya tidak kami lakukan penangkapan,” katanya. Sejauh ini, para
pelaku yang terlibat dalam pemukulan itu masih dalam penyelidikan Polres
Jakarta Utara. Mereka diancam dengan banyak pasal dalam kasus tersebut.
Sebelumnya diberitakan, anggota Satuan Polisi Negara Polairud Baharkam Polri
Bripda Rio Novemberyanto menjadi korban massa yang menabrak sepeda motor di
Jalan Ende, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Serangan itu kemudian menjadi viral
di media sosial.
Dalam unggahan media sosial ini, diketahui pemukulan
polisi terjadi pada Sabtu, 1 Januari
2022. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, AKBP, Dwi
Prasetyo Wibowo membenarkan kejadian
tersebut. Petugas polisi dipukuli saat berusaha menolong orang yang ditabrak
beberapa sepeda motor dari kelompok tak dikenal. Menurut Sheriff, kejadian bermula
ketika Bripda Rio sedang makan di sebuah restoran bersama rekan-rekannya dan
melihat beberapa pria di dekat restoran
itu rusuh. Dia berkata: "Dia sedang makan dari semangkuk nasi dan kemudian
dia melihat keributan. Jadi pada dasarnya korban sedang makan di semangkuk nasi dengan
rekan-rekannya ketika dia melihat kerumunan orang."
Korban yang berniat mengacau, menjadi sasaran dua penyerang.
Korban dipukul hingga ke pinggir jalan oleh massa. "Dia hendak turun
tangan, tetapi dia menjadi korban," katanya.




