Harga Minyak Turun karena Perundingan Rusia-Ukraina Bawa Kemajuan
Harga
minyak mentah dunia jatuh pada Rabu (16/3/2022) karena para trader bereaksi
terhadap harapan kemajuan perundingan damai Rusia-Ukraina. Selain itu,
persediaan minyak Amerika Serikat (AS) naik.
Patokan
global minyak mentah Brent turun 2,35% menjadi US$ 97,56 per barel pada pukul
14:40 waktu Amerika. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS
turun 1,45% menjadi US$ 95,04 per barel.
Pada
minggu lalu Brent sempat melewati US$ 139 per barel di tengah kekhawatiran
gangguan berkepanjangan pasokan Rusia. Sekarang, aksi jual telah membuat harga
minyak turun. Namun beberapa analis memperingatkan bahwa hal ini mencerminkan
terlalu optimistis bahwa perang akan berakhir.
Amerika
Serikat dan negara-negara lain di dunia telah menjatuhkan sanksi terhadap Rusia
sejak menginvasi Ukraina lebih 2 minggu lalu. Hal ini mengganggu perdagangan
minyak Rusia 4 hingga 5 juta barel setiap hari.
Brent
melakukan reli 28% dalam 6 hari dan kemudian turun 24% selama enam hari
berikutnya hingga Rabu. Sejumlah faktor mendorong perubahan, seperti harapan
perjanjian damai Rusia-Ukraina dan sinyal kemajuan antara Amerika Serikat dan
Iran untuk menghidupkan kembali kesepakatan 2015 yang memungkinkan Republik
Islam itu untuk mengekspor minyak jika setuju membatasi nuklirnya. Selain itu,
permintaan Tiongkok diperkirakan akan melambat karena lonjakan kasus virus
corona.
Badan
Energi Internasional (IEA) mengatakan, sekitar 3 juta barel per hari minyak Rusia
mungkin tidak bisa dilepas ke pasar mulai April, karena sanksi Barat dan
pembeli menunda. “Kerugian ini bisa semakin dalam jika larangan dipercepat,”
kata IEA yang berbasis di Paris.
Sementara
persediaan minyak AS naik 4,3 juta barel. Sejalan dengan itu, stok di hub
Cushing, Oklahoma naik, mengurangi kekhawatiran rendahnya tingkat persediaan.
Minyak
mentah di bawah US$ 100 pada Selasa (15/3/2022), pertama kalinya sejak akhir
Februari. Harga mencapai level tertinggi 14 tahun pada 7 Maret.
Tanda-tanda
kemajuan pembicaraan damai Rusia-Ukraina menambah nada bearish (pelemahan)
minyak. Presiden Ukraina mengatakan posisi Ukraina dan Rusia terdengar lebih
realistis, meski masih membutuhkan waktu. Sementara Menteri Luar Negeri Rusia
Sergey Lavrov mengatakan kepada BBC bahwa ada beberapa harapan untuk mencapai
kompromi. Media Pemerintah Rusia yang mengutip Kremlin menggemakan sentimen
serupa semalam.
"Ketakutan
gangguan pasokan mulai mereda karena kemajuan pembicaraan gencatan senjata
antara Rusia dan Ukraina," kata pialang minyak PVM, Stephen Brennock.




