Biden Lepas Cadangan Minyak Strategis 1 Juta Barel, Harga Anjlok
Harga
minyak turun pada Kamis (31/3/2022) karena Gedung Putih mengumumkan akan
melepaskan 1 juta barel per hari minyak untuk enam bulan ke depan dari Cadangan
Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve/SPR) untuk meredam lonjakan
harga.
Harga
minyak mentah Brent patokan internasional turun 4,88% jadi US$ 107,91.
Sementara minyak mentah berjangka AS WTI pengiriman Mei ditutup melemah 6,99%
jadi US$ 100,28 per barel.
“Skala
pelepasan ini belum pernah terjadi sebelumnya, dunia tidak pernah memiliki
pelepasan cadangan minyak sebanyak 1 juta barel per hari untuk saat ini. Rekor
ini akan memberikan jumlah pasokan bersejarah yang berfungsi sebagai jembatan
hingga akhir tahun ketika produksi dalam negeri meningkat,” kata pemerintah AS
dalam sebuah pernyataan.
Harga
minyak turun tajam pada Rabu malam (30/3/2022) setelah pengumuman pelepasan
SPR.
Sementara
ClearView Energy Partners menyatakan pelepasan SPR ini terbesar dalam sejarah
dengan faktor 3,6 X. Rekor terbesar kedua adalah pelepasan 50 juta barel pada
November 2021.
Harga
bensin telah melonjak ke rekor tertinggi menyusul invasi Rusia ke Ukraina dan
kekhawatiran pasokan sehingga mendorong lonjakan inflasi global.
Rusia
adalah pengekspor minyak terbesar kedua di dunia. Sementara sanksi
internasional setelah invasi telah mengganggu ekspor minyak dari negara itu.
Analis
komoditas Goldman Sachs mengatakan pelepasan dari cadangan AS akan membantu
pasar minyak menuju penyeimbangan kembali pada 2022, tetapi tidak akan
menyelesaikan defisit secara struktural.
Adapun
Badan Energi Internasional akan mengadakan pertemuan darurat pada Jumat
(1/4/2022) untuk membahas masalah pasokan minyak, Menteri Energi Australia
Angus Taylor mengumumkan pada Kamis.
Sedangkan
Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia (OPEC+)
bertemu pada Kamis, untuk memutuskan akan meningkatkan produksi sebesar 432.000
barel per hari mulai 1 Mei.





