Garudafood
Kejar Penjualan Tumbuh 10% Tahun ini
PTGarudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) menargetkan penjualan pada tahun ini
mampu bertumbuh hingga 10%. Selain itu, perseroan juga membagikan dividen
Rp219,2 miliar.
Direktur
Paulus Tedjosutikno mengatakan, target itu sejalan dengan momentum pemulihan
ekonomi yang terus berlanjut dan juga membaiknya kepercayaan konsumen. Adapun
strategi peluncuran produk baru juga akan dilakukan oleh perseroan. “Selain itu
perseroan juga akan mengembangkan pasar lokal dengan melakukan perluasan
distribusi produk baik pada area baru maupun channel baru,’ jelasnya dalam
paparan publik virtual.
Menjelan
bulan ramadhan, Head of Corporate Communication & External Relations Dian
Astriana Yunianti menjelaskan, perseroan telah melakukan langkah antisipasi
dengan meningkatkan produksi hingga 10%, bahkan lebih tinggi daripada tahun
lalu. Dengan mempertimbangkan kondisi yang kondusif perseroan berharap produk
GOOD dapat terserap dengan penuh oleh pasar.
“Adapun
produk yang mendapatkan tanggapan positif selama bulan puasa dan Lebaran yakni
kategori biskuit yang terbagi dalam dua kategori seperti Gery Butter Cookies,
Egg Roll dalam kemasan toples. Sedangkan dalam kemasan kaleng yakni kami
memiliki beberapa produk unggulan seperti Chocolatos Premium, Hollanda Wafer,
Butter Cookies dan Gery Wafer,” ujarnya.
Agar
semua rencana itu berjalan sempurna, perseroan melakukan kontrak jangka panjang
dengan pemasok bahan baku untuk mendapatkan harga yang stabil dan juga
melakukan antisipasi gangguan logistik jalur bahan baku agar pasokan bahan baku
tetap terjaga.
Untuk
diketahui, sejak terjadinya perang antara Rusia dan Ukraina para produsen
consumer goods mengalami masalah kelangkaan bahan baku. Langkah antisipasi
lainya, dilakukan oleh perseroan dengan melakukan substitusi bahan baku,
kemasan juga menaikan harga pada produk-produk tertentu secara bertahap.
Untuk
rencana ke depannya, perseroan akan melakukan pengembangan bisnis melalui tiga
pilar utama yaitu pengembangan pasar domestik, internasional dan bisnis baru.
Ketiga pilar ini dilandasi oleh keandalan, efektivitas, dan efisiensi
operasional secara end-to-end serta sistem yang dibangun secara
berkesinambungan.
Perseroan
juga akan meningkatkan produktivitas melalui beberapa pengembangan sistem
berbasis teknologi baik dari sisi penerimaan order dari pelanggan serta dari
sisi produksi dan supply chain management. Implementasi teknologi digital
diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis perseroan.
Sementara
itu, sepanjang 2021 Garudafood berhasil membukukan pendapatan laba bersih yang
diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 424,8 miliar atau naik
63,8% dari tahun lalu sebesar Rp 259,4 miliar. Pertumbuhan laba bersih tersebut
ditopang oleh peningkatan penjualan bersih sebesar Rp 8,8 triliun, meningkat
14% dari tahun 2020 sebesar Rp 7,7 triliun.
Dari
laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tersebut sebesar 51,6%
ditetapkan penggunaannya sebagai dividen tunai tahun buku 2021 yakni Rp 6 per
lembar saham atau mencapai Rp 219,2 miliar dan akan dibagikan kepada seluruh
pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada Selasa,
12 April 2022.
Pembagian
dividen ini tentunya telah mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan bisnis perseroan
serta antisipasi risiko yang mungkin terjadi di masa mendatang. Selain itu,
laba per lembar saham perseroan juga naik sebesar 64,8% menjadi Rp 11,6 per
lembar. Hal ini tidak terlepas dari dampak positif aksi pemecahan nilai nominal
saham Perseroan (stock split) pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
Perseroan Juni 2021 dengan rasio 1:5 sehingga nilai nominal per saham menjadi
Rp 20.





