Harga Pertamax Naik 38,9%, Pengguna Mobil dan Motor
Ingin Beralih ke Pertalite
PT
Pertamina menaikkan harga Pertamax dari Rp 9.000 menjadi Rp 12.500 per liter.
Harga Pertamax yang naik sekitar 38,9% sebenarnya masih berada di bawah harga keekonomiannya
sekitar Rp 16.000 per liter akibat harga minyak mentah dunia yang terus naik
hingga berada di atas US$ 100 per barel.
Kenaikan
harga Pertamax membuat sejumlah pengguna mobil dan motor berkeinginan untuk
beralih ke bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Meski harga Pertamax naik
menjadi Rp 12.500 per liter mulai 1 April 2022, Pertamina tetap mempertahankan
harga Pertalite sebesar Rp 7.600 per liter.
Salah
satu pengguna mobil, Laura, menyatakan kenaikan harga Pertamax cukup signifikan
dan memberatkan masyarakat.
"Masyarakat
sebenarnya mendukung program pemerintah, cuma dengan kondisi pandemi saat ini
memang membuat kami khawatir," katanya di kawasan Kampung Melayu, Jakarta
Timur.
Karyawati
perusahaan swasta ini mengatakan dirinya masih mempertimbangkan untuk beralih
menggunakan Pertalite.
"Kalau
beralih ke Pertalite, saya pikir-pikir lagi, karena oktan pengaruhnya ke mesin.
Keawetan mobil saya gimana?" tanyanya.
Pendapat
senada disampaikan pengendara sepeda motor, Sukirman. Dia sangat berharap
pemerintah tidak menaikkan harga Pertamax.
"Bagi
saya kenaikan harga Pertamax itu berat. Rakyat saat ini sudah berat semua. Jadi
mohon kalau bisa jangan dinaikkan, khususnya bagi pengendara roda dua. Kalau
untuk pejabat, tidak apa-apa," ujarnya.





