ASN News ( BISNIS ) - Hampir semua koin kripto, terutama koin dengan kapitalisasi besar seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), Tether (USDT), dan USD Coin (USDC) beruntuhan harganya.
Mengutip coinmarketcap.com pukul 06.00 WIB, Kamis (20/1/2022), BTC capai US$ 41.945,97 atau turun 1,19% dalam sehari dan ambles 4,40% dalam sepekan. ETH dalam perdagangan sehari turun 1,68% menjadi US$ 3.128,68 dan dalam sepekan turun 7,41%. Begitu BNB yang ikut turun 0,84% dalam sehari ke US$ 469,53 dan sepekan ini anjlok 3,62%.
USDT masih US$ 1 dalam sehari turun tipis 0,01% dan sepekan naik 0,03%. Lalu USD Coin (USDC) juga turun tipis ke US$ 1 dan sepekan naik 0,09%.
Bitcoin
diperdagangkan sekitar US$ 41.000 pada Rabu karena beberapa pedagang tampaknya
tidak terburu-buru memilih harga terendah. Analis melihat potensi kenaikan
harga jangka pendek, terutama karena indikator teknis tetap berada di wilayah
oversold selama sekitar 1 bulan.
“Investor
dan pedagang tampaknya mencerna ekonomi makro dalam rezim inflasi baru yang
telah memasuki pasar, di samping Federal Reserve yang semakin hawkish,” kata
kepala perdagangan dan penelitian di Trovio Capital Management Will Hamilton
dalam emailnya ke CoinDesk.
Selasa lalu, Morgan Stanley menyatakan bahwa pengetatan bank sentral yang segera dimulai memberi tekanan pada pasar kripto. Kapitalisasi pasar Bitcoin telah melacak pertumbuhan pasokan uang global, yang mencapai puncaknya pada Februari 2021 (2 bulan sebelum penurunan harga BTC sebesar 50%).
Adapun,
untuk saat ini beberapa pedagang masih menemukan nilai relatif di beberapa mata
aset kripto alternatif (altcoin).




